Broery Marantika – Hati Yang Terluka

kan ku cari jalan yang sepi
untuk menghindar darimu
ku berjanji di dalam hati
takkan lagi ku menjumpaimu

di tengahnya kabut bermandi embun pagi
dingin membuat hatiku membeku

kau yang telah membuat luka di hatiku
kau yang telah membuat janji-janji palsu
kau yang selama ini aku sayangi
kau merubah cintaku jadi benci

di tengahnya kabut bermandi embun pagi
dingin membuat hatiku membeku

kau (kau) yang telah membuat luka di hatiku
kau (kau) yang telah membuat janji-janji palsu
kau yang selama ini aku sayangi
kau merubah cintaku jadi benci

kau (kau) yang telah membuat luka di hatiku
kau (kau) yang telah membuat janji-janji palsu
kau yang selama ini aku sayangi
kau merubah cintaku jadi benci, kau merubah cintaku jadi benci

0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

Broery Marantika – Biarlah Bulan Bicara

bulan sabit yang jatuh di pelataran
bintang redup tanpa cahaya gemintang
langkah tanpa arah, sesat di jalan yang terang
aku yang terlena dibuai pelukan dosa

ingin pulang membalut luka hatimu
ku pun tahu betapa pedih batinmu
beri kesempatan atau jatuhkan hukuman
andai maafpun tak kau berikan

air mata tulus jatuh di sudut bibirmu
tak terlintas dendam di bening mata indahmu
aku yang merasa sangat berdosa padamu
masih pantaskah ku mendampingimu

biarlah bulan bicara sendiri
biarlah bintang kan menjadi saksi
takkan ku ulangi walau sampai akhir nanti
cukup derita sampai di sini

ingin pulang membalut luka hatimu
ku pun tahu betapa pedih batinmu
beri kesempatan atau jatuhkan hukuman
andai maafpun tak kau berikan

air mata tulus jatuh di sudut bibirmu
tak terlintas dendam di bening mata indahmu
aku yang merasa sangat berdosa padamu
masih pantaskah ku mendampingimu

biarlah bulan (biarlah) bicara sendiri
biarlah bintang (biarlah) kan menjadi saksi
takkan ku ulangi walau sampai akhir nanti
cukup derita sampai di sini

(biarlah bulan) oh biarlah (bicara sendiri)
(biarlah bintang) oh biarlah (kan menjadi saksi)
takkan ku ulangi walau sampai akhir nanti
cukup derita sampai di sini

biarlah bulan bicara sendiri
biarlah bintang kan menjadi saksi
takkan ku ulangi walau sampai akhir nanti
cukup derita sampai di sini

0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

Iwan Fals – Yang Terlupakan

denting piano kala jemari menari
nada merambat pelan di keheningan malam
saat datang rintik hujan bersama sebuah bayang
yang pernah terlupakan

hati kecil berbisik untuk kembali padanya
seribu kata menggoda, seribu sesal di depan mata
seperti menjelma waktu aku tertawa
kala memberimu dosa

oh maafkanlah
oh maafkanlah

rasa sesal di dalam hati, diam tak mau pergi
haruskah aku lari dari kenyataan ini
pernah ku mencoba tuk sembunyi
namun senyummu tetap mengikuti

hati kecil berbisik untuk kembali padanya
seribu kata menggoda, seribu sesal di depan mata
seperti menjelma waktu aku tertawa kala memberimu dosa

rasa sesal di dalam hati, diam tak mau pergi
haruskah aku lari dari kenyataan ini
pernah ku mencoba tuk sembunyi
namun senyummu tetap mengikuti

(rasa sesal di dalam hati, diam tak mau pergi)
haruskah aku lari dari kenyataan ini
pernah ku mencoba tuk sembunyi
namun senyummu tetap mengikuti

(rasa sesal di dalam hati, diam tak mau pergi
haruskah aku lari dari kenyataan ini)
pernah ku mencoba tuk sembunyi
namun senyummu tetap mengikuti
namun senyummu tetap mengikuti

4 votes, 4.00 avg. rating (77% score)

Bob Tutupoli – Widuri

di suatu senja di musim yang lalu
ketika itu hujan rintik
terpukau aku menatap wajahmu
di remang cahaya sinar pelangi

lalu engkau tersenyum
ku menyesali diri
tak tahu apakah arti senyummu

dengan mengusap titik air mata
engkau bisikkan deritamu
tersentuh hati dalam keharuan
setelah tahu apa yang terjadi

sekian lamanya engkau hidup seorang diri
ku ingin membalut luka hatimu

widuri, elok bagai rembulan oh sayang
widuri, indah bagai lukisan oh manis
widuri, bukalah pintu hati untukku
widuri, ku akan menyayangi

di suatu senja di musim yang lalu
ketika itu hujan rintik
terpukau aku menatap wajahmu
di remang cahaya sinar pelangi

lalu engkau tersenyum
ku menyesali diri
tak tahu apakah arti senyummu

dengan mengusap titik air mata
engkau bisikkan deritamu
tersentuh hati dalam keharuan
setelah tahu apa yang terjadi

sekian lamanya engkau hidup seorang diri
ku ingin membalut luka hatimu

widuri, elok bagai rembulan oh sayang
widuri, indah bagai lukisan oh manis
widuri, bukalah pintu hati untukku
widuri, ku akan menyayangi oooh

widuri, elok bagai rembulan oh sayang
widuri, indah bagai lukisan oh manis
widuri, bukalah pintu hati untukku
widuri, ku akan menyayangi

10 votes, 4.00 avg. rating (78% score)

The Mercy’s – Usah Kau Harap Lagi

usah kau kenang lagi, sayang
masa yang telah silam
walau derita akan menimpa

usah kau harap lagi, sayang
cintaku telah hilang
anggaplah itu mimpi di hari siang

sejak engkau dusta padaku
kau punya yang baru
walau engkau katakan bukan
hatiku telah beku

usah kau kenang lagi, sayang
masa yang telah silam
walau derita akan menimpa

sejak engkau dusta padaku
kau punya yang baru
walau engkau katakan bukan
hatiku telah beku

usah kau kenang lagi, sayang
masa yang telah silam
walau derita akan menimpa

usah kau harap lagi, sayang
cintaku telah hilang
anggaplah itu mimpi di hari siang

5 votes, 3.60 avg. rating (71% score)