Bill & Brod – Bibir Dan Hati

bibirmu semanis es krim, lembut tapi dingin
cara-caramu berdandan menggoda iman
kau tebarkan rayuan, hatiku terguncang, melayang-layang

sedalam-dalamnya samudera ku tahu dasarnya
tapi dalamnya hatimu aku tak tahu
madu yang kau janjikan, empedu yang ku rasakan
menyakitkan oh menyakitkan

bibir dan hatimu oh (oh) tak pernah satu yeah (yeah)
manis di bibirmu oh (oh) yeah (yeah)
pahit di hatiku oh (yeah) oh (yeah) oh (yeah) oh (yeah) oh (yeah)

bagaikan musang yang berbulu domba
ku beri cinta kau balas dusta (aduh duh aduh duh)
ka-kalau kuda dipegang talinya
ka-kalau cinta dipegang janjinya (aduh duh aduh duh)

kata hati tak selalu terucap, bibir tak selalu sehati
bibir dan hatimu tak pernah satu

sedalam-dalamnya samudera ku tahu dasarnya
tapi dalamnya hatimu aku tak tahu
madu yang kau janjikan, empedu yang ku rasakan
menyakitkan oh menyakitkan

bibir dan hatimu oh (oh) tak pernah satu yeah (yeah)
manis di bibirmu oh (oh) yeah (yeah)
pahit di hatiku oh (yeah) oh (yeah) oh (yeah) oh (yeah) oh (yeah)

buaya tidur disangkanya mati
resiko cinta ya patah hati (aduh duh aduh duh)
walaupun bibirnya tersenyum-senyum
tetapi hatinya menangis-nangis (aduh duh aduh duh)

kata hati tak selalu terucap, bibir tak selalu sehati
bibir dan hatimu tak pernah satu oh tak pernah satu

Bill & Brod – Astaga

telah lama aku kagum kepadanya
wajahnya rupawan, anggun dan mempesona
suatu senja aku duduk berduaan
berdebar rasa hati akan mengucap kata cinta

ku remas jemari tangannya, diam saja
ku belai rambutnya yang hitam, diam saja
ku beranikan diri untuk mengecupnya

astaga, sekali lagi bisiknya
astaga, dia bilang sudah biasa
aku bingung meski sudah ataukah bahagia
akhirnya ku tinggal pergi sambil gigit jari

suatu senja aku duduk berduaan
berdebar rasa hati akan mengucap kata cinta

ku remas jemari tangannya, diam saja
ku belai rambutnya yang hitam, diam saja
ku beranikan diri untuk mengecupnya

astaga, sekali lagi bisiknya
astaga, dia bilang sudah biasa
aku bingung meski sudah ataukah bahagia
akhirnya ku tinggal pergi sambil gigit jari

astaga, sekali lagi bisiknya
astaga, dia bilang sudah biasa
aku bingung meski sudah ataukah bahagia
akhirnya ku tinggal pergi sambil gigit jari
akhirnya ku tinggal pergi sambil gigit jari

Bill & Brod – Tertawalah

di sana sini yang ku temui
hanya wajah-wajah muram
berkeluh-kesah, berputus asa
hidup bagai tiada artinya

berjalan melantur tanpa tujuan
tenggelam dalam kekecewaan

tertawalah sejenak, tersenyumlah sekejap
menangis pun duniamu tak akan berubah
bukan kau sendiri yang mengalami kegagalan
lihatlah wajah-wajah mungil tersenyum memandangmu tertawa

di sana sini yang ku temui
hanya wajah-wajah muram
berkeluh-kesah, berputus asa
hidup bagai tiada artinya

berjalan melantur tanpa tujuan
tenggelam dalam kekecewaan

tertawalah sejenak, tersenyumlah sekejap
menangis pun duniamu tak akan berubah
bukan kau sendiri yang mengalami kegagalan
lihatlah wajah-wajah mungil tersenyum memandangmu tertawa

tertawalah sejenak, tersenyumlah sekejap
menangis pun duniamu tak akan berubah
bukan kau sendiri yang mengalami kegagalan
lihatlah wajah-wajah mungil tersenyum memandangmu tertawa

tertawalah sejenak, tersenyumlah sekejap
tertawalah sejenak, tersenyumlah sekejap
tertawalah sejenak, tersenyumlah sekejap

Bill & Brod – Suster Maria

tanpa mengharap balasan jasa
tanpa mengharap puji dan puja
tanpa membedakan miskin ataupun kaya
kau rawat mereka dengan setia

hidup di tengah-tengah si sakit
banyak keluhan juga rintihan
tak perduli siang atau di malam hari
kau layani dengan kasih

oooh suster maria
betapa mulia pengorbananmu
oooh suster maria
kau abdikan seluruh hidupmu bagi hidup sesama

sering kata-kata menyakiti
hanya karena salahmu yang kecil
sering terlupakan betapa besarnya
jasa-jasamu bagi sesama

oooh suster maria
betapa mulia pengorbananmu
oooh suster maria, oooh suster maria

Bill & Brod – Selamat Tinggal Masa Suram

nyanyi kecil burung kenari
indah bagai simfoni, damai di hati
butir-butir embun menetes
basahi dedaunan, bunga-bunga mekar bersemi

selamat pagi kau mentari, sinarmu berseri
kau membuka hari ceria
hangatilah hati ini dari kebekuan
dari kegelapan yang hitam, yang kelam
ku sambut ceria bersama sinarmu

ku tutupkan buku harian, penuh dengan derita
selamat tinggal masa yang suram

nyanyi kecil burung kenari
indah bagai simfoni, damai di hati
butir-butir embun menetes
basahi dedaunan, bunga-bunga mekar bersemi

selamat pagi kau mentari, sinarmu berseri
kau membuka hari ceria
hangatilah hati ini dari kebekuan
dari kegelapan yang hitam, yang kelam
ku sambut ceria bersama sinarmu

ku tutupkan buku harian, penuh dengan derita
selamat tinggal masa yang suram
hmmm selamat tinggal masa yang suram
hmmm selamat tinggal masa yang suram