Broery Marantika – Hati Yang Terluka

kan ku cari jalan yang sepi
untuk menghindar darimu
ku berjanji di dalam hati
takkan lagi ku menjumpaimu

di tengahnya kabut bermandi embun pagi
dingin membuat hatiku membeku

kau yang telah membuat luka di hatiku
kau yang telah membuat janji-janji palsu
kau yang selama ini aku sayangi
kau merubah cintaku jadi benci

di tengahnya kabut bermandi embun pagi
dingin membuat hatiku membeku

kau (kau) yang telah membuat luka di hatiku
kau (kau) yang telah membuat janji-janji palsu
kau yang selama ini aku sayangi
kau merubah cintaku jadi benci

kau (kau) yang telah membuat luka di hatiku
kau (kau) yang telah membuat janji-janji palsu
kau yang selama ini aku sayangi
kau merubah cintaku jadi benci, kau merubah cintaku jadi benci

Broery Marantika – Biarlah Bulan Bicara

bulan sabit yang jatuh di pelataran
bintang redup tanpa cahaya gemintang
langkah tanpa arah, sesat di jalan yang terang
aku yang terlena dibuai pelukan dosa

ingin pulang membalut luka hatimu
ku pun tahu betapa pedih batinmu
beri kesempatan atau jatuhkan hukuman
andai maafpun tak kau berikan

air mata tulus jatuh di sudut bibirmu
tak terlintas dendam di bening mata indahmu
aku yang merasa sangat berdosa padamu
masih pantaskah ku mendampingimu

biarlah bulan bicara sendiri
biarlah bintang kan menjadi saksi
takkan ku ulangi walau sampai akhir nanti
cukup derita sampai di sini

ingin pulang membalut luka hatimu
ku pun tahu betapa pedih batinmu
beri kesempatan atau jatuhkan hukuman
andai maafpun tak kau berikan

air mata tulus jatuh di sudut bibirmu
tak terlintas dendam di bening mata indahmu
aku yang merasa sangat berdosa padamu
masih pantaskah ku mendampingimu

biarlah bulan (biarlah) bicara sendiri
biarlah bintang (biarlah) kan menjadi saksi
takkan ku ulangi walau sampai akhir nanti
cukup derita sampai di sini

(biarlah bulan) oh biarlah (bicara sendiri)
(biarlah bintang) oh biarlah (kan menjadi saksi)
takkan ku ulangi walau sampai akhir nanti
cukup derita sampai di sini

biarlah bulan bicara sendiri
biarlah bintang kan menjadi saksi
takkan ku ulangi walau sampai akhir nanti
cukup derita sampai di sini

Broery Marantika – Seuntai Bunga Tanda Cinta (feat. Dewi Yull)

telah ku terima suratmu
yang lama ku duga dahulu
memang ku merasa diriku sangat hina
pastilah kau akan menolakku

selamat menempuh hidup baru dengan kasihmu
aku relakan nasibku sudah begini
telah ku terima seuntai bunga sebagai tanda kasih
kasih yang suci darimu sayang

usah risaukan diriku
anggaplah angin yang lalu
memang seharusnya ku tidak mencintaimu
yang kini tak henti menyiksa diri

selamat menempuh hidup baru dengan kasihmu
aku relakan nasibku sudah begini
telah ku terima seuntai bunga sebagai tanda kasih
kasih yang suci darimu sayang
oh kasih yang suci padamu sayang

Broery Marantika – Kaulah Segalanya

memang hanya Tuhan yang tahu segalanya
apa yang ku inginkan di saat-saat ini
kau takkan percaya kau selalu di hati
haruskah ku menangis tuk menyatakan yang sesungguhnya

kaulah segalanya bagiku
kaulah curahan hati ini
tak mungkin ku melupakanmu
tiada lagi yang ku harap hanya kau seorang

kau takkan percaya kau selalu di hati
haruskah ku menangis tuk menyatakan yang sesungguhnya

kaulah segalanya bagiku
kaulah curahan hati ini
tak mungkin ku melupakanmu
tiada lagi yang ku harap hanya kau seorang

kaulah segalanya bagiku
kaulah curahan hati ini
tak mungkin ku melupakanmu
tiada lagi yang ku harap hanya kau seorang

(kaulah segalanya bagiku
kaulah curahan hati ini
tak mungkin ku melupakanmu)
tiada lagi yang ku harap hanya kau seorang