Helen Sparingga – Bukan Kau Yang Pertama

Bukankah pernah bibir ini berterus terang padamu
Tentang diriku ini tak lagi seperti dulu
Sejujurnya t’lah ku katakan bukan bukan dirimu
Yang pertama kali menyentuh hatiku menyentuh tubuhku

Masih ku ingat saat itu jawab di bibirmu
Apapun terjadi kau tetap menyayangiku
Aku diam menatap pilu sungguhkah hatimu sayang
Serasa bermimpi kau membuka hati memahami diriku

Tapi apa yang terjadi
Manisnya kurasakan sesaat saja
Kau buka kembali lembaran yang dulu
Yang telah berlalu
Mengapa di saat ini
Hadir penyesalan di dalam hatimu
Sungguh kau terlalu sumpah demi apa
Kini tak berarti lagi

Sejujurnya t’lah ku katakan
Bukan bukan dirimu
Yang pertama kali menyentuh hatiku
Menyentuh tubuhku

Masih ku ingat saat itu jawab di bibirmu
Apapun terjadi kau tetap menyayangiku
Aku diam menatap pilu sungguhkah hatimu sayang
Serasa bermimpi kau membuka hati memahami diriku

Tapi apa yang terjadi
Manisnya kurasakan sesaat saja
Kau buka kembali lembaran yang dulu
Yang telah berlalu
Mengapa di saat ini
Hadir penyesalan di dalam hatimu
Sungguh kau terlalu sumpah demi apa
Kini tak berarti lagi

Helen Sparingga – Antara Hitam Dan Putih

Bergulung ombak laut biru
Mendengar kau memutus cinta
Bergetar kilat di angkasa
Sedangkan tiada hujan

Lihatlah (lihatlah) terlanjur sesal
Langkah diri karena janji
Ibarat tangkai aku t’lah patah
Ibarat gurun aku tandus
Ibarat sungai aku kering

Kini musnah harapanku
Cinta terputus di tengah jalanan
Kau tinggalkan noda hitam
Buah cinta kasih yang putih
Inginku mati bila tak ingat dosa
Ingin rasanya ku pulang ke rahim ibu
Dan tak pernah terlahir lagi

Lihatlah (lihatlah) terlanjur sesal
Langkah diri karena janji
Ibarat tangkai aku t’lah patah
Ibarat gurun aku tandus
Ibarat sungai aku kering

Kini musnah harapanku
Cinta terputus di tengah jalanan
Kau tinggalkan noda hitam
Buah cinta kasih yang putih
Inginku mati bila tak ingat dosa
Ingin rasanya ku pulang ke rahim ibu
Dan tak pernah terlahir lagi
Dan tak pernah terlahir lagi