Mel Shandy – Kebebasan

khayal indah masa remaja gairahnya membakar jiwa
menggapai cinta di dada
selagi ku muda belia ku tak ingin membuang waktu
di tengah kisah dunia

tak seorang pun dapat menahanku
kala hasrat hati ini lepas ikatan
mandiri tanpa melanggar tradisi ketimuran

ke seluruh penjuru angin kan ku tempuh mencari jawab
arti hidup yang sebenarnya

bagaikan burung merpati putih
terbang tinggi mengembangkan sayap-sayapnya
menyibak gelapnya awan, menuju cakrawala

aku ingin menikmati kebebasan
aku ingin kebebasan

bagaikan burung merpati putih
terbang tinggi mengembangkan sayap-sayapnya
menyibak gelapnya awan, menuju cakrawala

(aku ingin mendapatkan kebebasan
aku ingin merasakan) kebebasanku
(aku ingin menikmati kebebasan
aku ingin kebebasan)

(aku ingin mendapatkan kebebasan
aku ingin merasakan) kebebasanku
(aku ingin menikmati kebebasan
aku ingin kebebasan)

(aku ingin mendapatkan kebebasan
aku ingin merasakan) kebebasanku
(aku ingin menikmati kebebasan
aku ingin kebebasan)

Mel Shandy – Selamat Tinggal Jakarta

lampu-lampu di jalanan buram membentuk bayangan
sendiri di persimpangan, menangis dalam kesombongan
tatap mata tanpa makna, diam saja tanpa suara, tanpa bicara

mana mungkin aku bertahan hidup di belantara batu
sesak nafasku tersumbat asap dan debu
sejuta wajah-wajah lesu dalam irama yang kaku bagai bom waktu

hari ini aku catat di agenda
hari ini jua ku tinggalkan jakarta
sambil melangkah gelisah masih ku coba
mengenang apa yang bisa tersisa

tiada lagi bundaran yang sepi
tiada tempat bebas polusi, tiada tersisa
selamat tinggal jakarta, selamat tinggal kota tercinta

selamat tinggal jakarta, selamat tinggal kotaku tercinta
apalagi yang, apalagi yang tersisa, apalagi, apalagi yang tersisa

mana mungkin aku bertahan hidup di belantara batu
sesak nafasku tersumbat asap dan debu
sejuta wajah-wajah lesu dalam irama yang kaku bagai bom waktu

hari ini aku catat di agendaku
hari ini jua ku tinggalkan jakarta
sambil melangkah gelisah masih ku coba
mengenang apa yang bisa tersisa

tiada lagi bundaran yang sepi
tiada tempat bebas polusi
tiada lagi bundaran yang sepi
tiada tempat bebas asap polusi

Mel Shandy – Gerhana Hati

angan-anganku kembali ke masa-masa lalu
saat kau tinggalkan diriku
aku tak tahu badai telah musnahkan cintamu
di saat kita dibuai cinta kau telah pergi entah kemana

aku merasa pelangi bulan ikut berduka
semua suram tanpa cahaya
kota kenangan kini hanya penuh angan-angan
yang menyiksaku sepanjang waktu, memuncak dalam relung jiwaku

aku sadari semua ini memang telah terjadi
tak mungkin lagi bisa ku hindari
biarkan gelombang laut datang dan biar pergi lagi
bagai derita yang tak kunjung henti
gelap dan suram jiwaku kini, ada gerhana di dalam hati ini

aku sadari semua ini memang telah terjadi
tak mungkin lagi bisa ku hindari
biarkan gelombang laut datang dan biar pergi lagi
bagai derita yang tak kunjung henti
gelap dan suram jiwaku kini, ada gerhana di dalam hati ini

Mel Shandy – Hangat Cintamu

di serambi ini kita berjanji
tautkan jiwa berpadu kasih
esok yang datang penuh harapan
menggantikan hangatnya malam

ku pandangi bulan agar harapan tak hilang

takkan mungkin ku telan sepi
tanpa hangat cintamu oh kasih
aku tetap kagumi matamu, aku tetap cinta padamu
kenikmatan malam yang indah selalu berulang lagi

kala kau sentuh sudut keningku
mataku terpejam menerawang jauh
esok kan datang penuh harapan
sambutlah pagi harumnya kembang

ku pandangi bulan agar harapan tak hilang

takkan mungkin ku telan sepi
tanpa hangat cintamu oh kasih
aku tetap kagumi matamu, aku tetap cinta padamu
kenikmatan malam yang indah selalu berulang lagi

takkan mungkin ku telan sepi sendiri ooh
kenikmatan malam yang indah selalu berulang lagi

Mel Shandy – Terbuang

di saat aku baru saja bisa mampu
menggapai langit dan meraih citaku
dan yang aku rasakan di saat-saat itu
berjuta-juta bunga tumbuh di hatiku, tumbuh di hatiku

tetapi tiba-tiba bencana datang
diriku merasa tersisih dan terbuang
pentas yang dulu megah dahsyat gemerlapan
kini semua tak lagi akan ku rasakan
takkan lagi, takkan ku rasakan

semua yang terjadi karena takdir hidup ini
dan sekarang aku alami
dari sini ku memandang dengan mata telanjang
dan ternyata diriku terbuang, telah terbuang

semua yang terjadi karena takdir hidup ini
dan sekarang aku alami
dari sini ku memandang dengan mata telanjang
dan ternyata diriku terbuang, telah terbuang