Nike Ardila – Deru Debu

sejak ku dilahirkan ke dunia fana ini
telah aku temui kenyataan hidup
yang tak pernah mudah

tiada lagi damai dan cinta
semuanya hanya nafsu membara

suka dan duka ku alami
ku rasakan dengan tegar
deru dan debu ku lalui
ku hadapi ooh demi kedamaian

dengan segala daya ku abdikan raga ini
di tengah tangis dan dendam
bangkitlah semua dalam kegelapan (kegelapan)

tiada lagi damai dan cinta
semuanya hanya nafsu membara

suka dan duka ku alami
ku rasakan dengan tegar
deru dan debu ku lalui
ku hadapi ooh demi kedamaian

suka dan duka ku alami
ku rasakan dengan tegar
deru dan debu ku lalui
ku hadapi ooh demi kedamaian

Nike Ardila – Suara Hati

ijinkan cintaku berbunga di hatimu
biar terus mekar jadi kenyataan
tlah lama ku dahaga belaian seorang insan
semoga bersamamu ceria hidupku

ku tak akan bersuara walau dirimu kekurangan
hanya setiamu itu ku harapkan
ku tak akan menduakan walau kilauan menggoda
kasih dan sayangku tetap utuh untukmu

hanya ku pinta darimu setialah selamanya
sehingga abadi cinta ini, sayang
begitu ku doakan

ku tak akan bersuara walau dirimu kekurangan
hanya setiamu itu ku harapkan
ku tak akan menduakan walau kilauan menggoda
kasih dan sayangku tetap utuh untukmu

hanya ku pinta darimu setialah selamanya
sehingga abadi cinta ini, sayang
begitu ku doakan

tak mungkin kan ku cari kehancuran cinta kita
andainya hatimu seperti hatiku
andainya hatimu seperti hatiku

Nike Ardila – Tak Tahu Malu

ku pusing kepala gara-gara kamu
datang ke rumah tak tahu waktu
papa mama marah padaku
aduh aduh aku jadi malu, aku jadi malu

bukankah kau baru kenalan padaku
tapi kau tak peduli etika
ku tak suka bila kau begitu
ku tak suka caramu itu

tak usah engkau datang lagi, tak usah kawan
karena ku tak suka lihat segala tingkahmu
lupakan semua tentang aku, lupakan kawan
cukuplah sampai di sini cerita antara kita

biar biar saja ku tak mau tahu
akan semua yang telah berlalu
aku tahu masih ada waktu
tuk mencari pria idolaku woooo

tak usah kau kecewa padaku
pastikanlah segala langkahmu

tak usah engkau datang lagi, tak usah kawan
karena ku tak suka lihat segala tingkahmu
lupakan semua tentang aku, lupakan kawan
cukuplah sampai di sini cerita antara kita

tak usah engkau datang lagi, tak usah kawan
karena ku tak suka lihat segala tingkahmu
lupakan semua tentang aku, lupakan kawan
cukuplah sampai di sini cerita antara kita

Nike Ardila – Ku Harus Memiliki

tak terasa detik waktu mengiringi langkahku
tak terasa hasrat cinta telah menjerat anganku
keraguan jadi belenggu di setiap hasratku
kepastian pasti tersisa aku harus memiliki
(ku harus memiliki) segalanya darimu wooo

ku coba menyentuh dinding rindumu
ku coba menyentuh rasa cintamu
ku coba menyentuh hatimu pelabuhan cintaku
walau badai menerjang

keraguan jadi belenggu di setiap hasratku
kepastian pasti tersisa aku harus memiliki
(ku harus memiliki) segalanya darimu wooo

ku coba menyentuh dinding rindumu
ku coba menyentuh rasa cintamu
ku coba menyentuh hatimu pelabuhan cintaku ooo wooo

ku coba menyentuh dinding rindumu
ku coba menyentuh rasa cintamu
ku coba menyentuh hatimu pelabuhan cintaku

ku coba, ku coba (ku harus memiliki)
ku coba, ku coba (segalanya darimu)

Nike Ardila – Kesal

lama sudah aku menunggu
kedatanganmu malam ini
tapi engkau tak pernah tiba
kesal aku jadinya

ku tengok jam dinding rumahku
oh dua jam telah berlalu
malam minggu jadi kelabu
kesal aku padamu

manakah janji-janjimu itu
manakah rindumu padaku
manakah kesetiaanmu yang dulu
bosankah kau padaku

ku tunggu dan terus ku tunggu
sampai berat rasa mataku
akhirnya ku tak ingat lagi
tertidur dan kecewa

manakah janji-janjimu itu
manakah rindumu padaku
manakah kesetiaanmu yang dulu
bosankah kau padaku

manakah janji-janjimu itu
manakah rindumu padaku
manakah kesetiaanmu yang dulu
bosankah kau padaku

manakah janji-janjimu itu
manakah rindumu padaku
manakah kesetiaanmu yang dulu
bosankah kau padaku

manakah janji-janjimu itu
manakah rindumu padaku
manakah kesetiaanmu yang dulu
bosankah kau padaku

manakah janji-janjimu itu
manakah rindumu padaku
manakah kesetiaanmu yang dulu
bosankah kau padaku