Poppy Mercury – Jalan Masih Panjang

jangan berpangku tangan, segera buang malasmu
hentikanlah bermimpi dan berbenahlah untuk diri
dan tataplah matahari, genggamlah panasnya
bukti kehidupan ini bahwa masih ada

dan bila engkau gagal, cobalah ulangi lagi
tak perlu kau kecewa apalagi putus asa
bila engkau telah berjaya, janganlah tertawa
hari esok masih ada, jangan engkau lupa

jalan kita masih panjang, tapakilah
jangan berhenti di sini ooh
jalan kita masih panjang, berbuatlah
raih segala kemenangan dan jangan lupa Sang Tuhan

bila engkau telah berjaya, janganlah tertawa
hari esok masih ada, jangan engkau lupa

jalan kita masih panjang, tapakilah
jangan berhenti di sini ooh
jalan kita masih panjang, berbuatlah
raih segala kemenangan (jalan masih panjang)

jalan kita masih panjang, tapakilah
jangan berhenti di sini ooh
jalan kita masih panjang, berbuatlah
raih segala kemenangan dan jangan lupa Sang Tuhan

Poppy Mercury – Waktu Yang Bicara

jalan masih bertepian batu
tak berubah seperti yang dulu
namun jejak memori kini hilang
karena penantian yang panjang

ku coba ku sudahi semua ini
jangan kau salahkan ini yang telah terjadi
namun cintaku tak pernah
selamanya akan sirna

biarlah biarlah waktu yang kan bicara
janganlah janganlah kau inginkan kembali
masa-masa yang indah potret kenangan itu berlalu

jalan masih bertepian batu
tak berubah seperti yang dulu
namun jejak memori kini hilang
karena penantian yang panjang

ku coba ku sudahi semua ini
jangan kau salahkan ini yang telah terjadi
namun cintaku tak pernah
selamanya akan sirna

biarlah biarlah waktu yang kan bicara
janganlah janganlah kau inginkan kembali
masa-masa yang indah potret kenangan itu berlalu

biarlah biarlah waktu yang kan bicara
janganlah janganlah kau inginkan kembali
masa-masa yang indah potret kenangan itu berlalu

(biarlah biarlah waktu yang kan bicara
biarlah biarlah) waktu yang kan bicara

(biarlah biarlah waktu yang kan bicara
biarlah biarlah) waktu yang kan bicara

Poppy Mercury – Antara Jakarta Dan Penang

di saat bulan purnama di malam pertama
perlahan sinarnya redup, membayang tertutup awan biru
sebuah hati terlena bersandar di cinta
hati yang menyimpan duka dalam tabir rahasia cinta asmara aaa

terbuai arus samudera, menanti kekasih
bahagia yang ku damba, impian bernada cinta berdua

kisah cintaku yang terpisah
terhalang di pantai membentang
antara jakarta dan penang membelenggu rindu

sepucuk surat cinta kita
pelepas dahaga yang lapang
antara jakarta dan penang cinta semakin dalam

takkan menghapus cinta kita berdua
takkan menghapus cinta kita berdua

terbuai arus samudera, menanti kekasih
bahagia yang ku damba, impian bernada cinta berdua

kisah cintaku yang terpisah
terhalang di pantai membentang
antara jakarta dan penang membelenggu rindu

sepucuk surat cinta kita
pelepas dahaga yang lapang
antara jakarta dan penang cinta semakin dalam

kisah cintaku yang terpisah
terhalang di pantai membentang
antara jakarta dan penang membelenggu rindu

sepucuk surat cinta kita
pelepas dahaga yang lapang
antara jakarta dan penang cinta semakin dalam

Poppy Mercury – Mama Aku Ingin Pulang

mama oh mama aku ingin pulang
ku rindu kepadamu
dulu tak mendengar nasihatmu mama
itu salahku

mama oh mama aku ingin pulang
ku rindu kepadamu
dia yang ku cinta telah berdusta
kini tinggalkan diriku

hidupku kini tiada arti
bagaikan burung di dalam sangkarnya
ku ingin bebas dari derita
mama tolonglah diriku dari belenggu cintanya

cincin emas melingkar ia berikan dulu
untuk apa kalau ia tak cinta
gaun bersulam sutra ia berikan dulu
untuk apa kalau ia tak rindu

keringlah sudah air mataku
mama aku ingin pulang

hidupku kini tiada arti
bagaikan burung di dalam sangkarnya
ku ingin bebas dari derita
mama tolonglah diriku dari belenggu cintanya

Poppy Mercury – Surat Undangan

tak pernah ku bayangkan begini jadinya
suratku engkau balas dengan undangan
kalau memang tak mau baiknya kau katakan
agar ku tak berharap cinta darimu
ku rela sudah begini jadinya cintaku padamu

surat undanganmu pernikahan itu
ku genggam erat di tanganku
hanya doa restu yang ku persembahkan
semoga engkau bahagia

sendiri lagi seperti dahulu
tanpa dirimu di sisiku

tetes air mataku, hatiku pedih
membasahi undangan pernikahanmu

surat undanganmu pernikahan itu
ku genggam erat di tanganku
hanya doa restu yang ku persembahkan
semoga engkau bahagia

sendiri lagi seperti dahulu
tanpa dirimu di sisiku
sendiri lagi seperti dahulu
tanpa dirimu di sisiku