Utha Likumahuwa – Nantikan Daku Dalam Mimpimu

wahai rembulan saksi cintaku
tolong sampaikan pada dia kasihku
lewat sinarmu dia kan mengerti
kasihku di seberang lautan biru

ku dengar bisikan mesra untukku
lewat sepoi angin menerpa daku
ku yakinkan kau pasti menungguku
nantikan daku di dalam mimpimu

oh kasihku kau cintaku
mari bersama menuju oh cita-cita
oh sayangku peluklah diriku
jangan sampai berpisah dariku, dariku

ku dengar bisikan mesra untukku
lewat sepoi angin menerpa daku
ku yakinkan kau pasti menungguku
nantikan daku di dalam mimpimu

oh kasihku kau cintaku
mari bersama menuju oh cita-cita
oh sayangku peluklah diriku
jangan sampai berpisah dariku

oh kasihku kau cintaku
mari bersama menuju oh cita-cita
oh sayangku peluklah diriku
jangan sampai berpisah dariku
jangan sampai berpisah dariku

Didi Rachman – Menanti (Sia-Sia Aku Menunggu)

Katanya hari ini
Kau kan putuskan segalanya
Kunanti sekian lama
Tanpa ada jawaban
Tanpa ada harapan

Berilah aku cintamu
Berilah aku kasihmu
Kau satu-satunya
Dambaan di hatiku
Harapan di dadaku

Sia sia aku menunggu
Tiada kepastian kini
Kau telah tak peduli padaku

Sia sia aku menanti
Dalam getar asmara ini
Ternyata kau lupakanku

Seandainya aku tahu
Sejak lama kau telah berdua
Takkan ku terhanyut dalam lamunan semu
Kucoba tuk mengerti

Utha Likumahuwa – Kehidupan

ku lihat langit biru tiada ternoda
walau hari telah senja
rembulan malam bersinar tiada bosan
tuk menambah indah alam

ooh (ooh) ku menunduk dan memuji
ooh (ooh) indahnya ciptaan Tuhan
bangkitlah jiwa mari kita ciptakan
suasana damai yang didambakan
tiada ada rasa dendam sesama

menyadari arti kehidupan
menikmati segala yang ada
agar di antara kita
tercipta damai sentosa

ku lihat langit biru tiada ternoda
walau hari telah senja
rembulan malam bersinar tiada bosan
tuk menambah indah alam

ooh (ooh) ku menunduk dan memuji
ooh (ooh) indahnya ciptaan Tuhan
bangkitlah jiwa mari kita ciptakan
suasana damai yang didambakan
tiada ada rasa dendam sesama

menyadari arti kehidupan
menikmati segala yang ada
agar di antara kita
tercipta damai sentosa

menyadari arti kehidupan
menikmati segala yang ada
agar di antara kita
tercipta damai sentosa

sentosa, arti kehidupan

Utha Likumahuwa – Pertama Kali

pertama kali adalah matahari
yang mencium bumi ini
pertama kali engkaulah kekasih
yang membelaiku sejuk di hati

engkaulah pujaan dambaan di kalbu
engkaulah rinduku di malam bisu
adakah kau dengar bisikan hatiku
betapa inginku selalu dekat denganmu

serasa hati bagai dibuai mimpi
kala kau kembali lagi
serasa hari seakan enggan berganti
bila kau selalu ada di sisi

serasa hati bagai dibuai mimpi
kala kau kembali lagi
serasa hari seakan enggan berganti
bila kau selalu ada di sisi

engkaulah pujaan dambaan di kalbu
engkaulah rinduku di malam bisu
adakah kau dengar bisikan hatiku
betapa inginku selalu dekat denganmu

engkaulah pujaan dambaan di kalbu
engkaulah rinduku di malam bisu
adakah kau dengar bisikan hatiku
betapa inginku selalu dekat denganmu

Utha Likumahuwa – Masih Ada Waktu

hari-hari sepi ku lalui tanpa berarti
tanpa kau di sini tiada lagi terasa indah

apa mungkin ku dapat pertahankan
rasa hati seperti ini
sedangkan kau tiada pernah berpaling
semenjak cinta kita berdua telah usai

tak dapatkah kita mengulangi cerita indah
di antara kita (di antara kita) masihkah ada rasa cinta

semestinya tak perlu kita berpisah
untuk selamanya
kalau saja kita saling mengalah
dan kita saling tahu untuk sama-sama mengerti

oh kasihku kau jangan pergi dulu
oh kasihku tunggu (tunggu) masih ada waktu
sekali lagi untuk benahi tali cinta
sekali lagi untuk ciptakan hari yang indah

tak dapatkah kita mengulangi cerita indah
di antara kita (di antara kita) masihkah ada rasa cinta

semestinya tak perlu kita berpisah
untuk selamanya
kalau saja kita saling mengalah
dan kita saling tahu untuk sama-sama mengerti

oh kasihku kau jangan pergi dulu
oh kasihku tunggu (tunggu) masih ada waktu
sekali lagi untuk benahi tali cinta
sekali lagi untuk ciptakan hari yang indah

oh kasihku kau jangan pergi dulu
oh kasihku tunggu (tunggu) masih ada waktu
oh kasihku kau jangan pergi dulu
oh kasihku tunggu (tunggu) masih ada waktu